Sunday, June 29, 2014

Mengintip sekolah dan sistem pendidikan di Amerika Serikat

Bagaimana tokoh-tokoh ilmuwan, politik, ekonomi dan berbagai teknologi canggih bisa terlahir dari Amerika Serikat?. 
Tentu bukan hal yang terjadi begitu saja. Ada sistem dan proses regenerasi yang tetap menjaganya hingga saat ini.
Kali ini mari kita lihat dari sudut dunia pendidikannya dulu.
Program IVLP mengajak kami mengunjungi berbagai jenis sekolah di 5 (lima) negara bagian Amerika Serikat (AS). Dari Sekolah negri tingkat SMP, SMA di Columbia, sekolah negeri tingkat PAUD dan SD di negara bagian Michigan, Sekolah individual_Randolph School yang super mewah di Alabama, sekolah berbasis Kristen (lupa alirannya) di negara bagian Alabama, Sekolah SMP SMA kelas ekonomi bawah di negara bagian Seattle-Washington. serta Universitas Utah di negara bagian Utah dan universitas Wasingthon di negara bagian Seattle-Washington. 

****

SISTEM PENDIDIKAN DAN POLITIK
Karena tulisan sebelumnya berkisah tentang politik dan kebebasan beragama, maka kita lihat dulu sejauh mana hubungannya dengan dunia pendidikan.
Sistem politik dan demokrasi AS sangat erat terkait dengan sistem pendidikannya. Tanpa pendidikan yang sistematis, maka negera ini akan hancur dengan sendirinya, dan karya-karya peradaban mereka tentang demokrasi yang mereka banggakan akan lenyap begitu saja.

Dalam kisah pertemuan dengan Mr. Akram di Washingthon DC, di tulisanku yang lalu, beliau juga menjelaskan eratnya kaitan pendidikan bagi langgengnya sistem demokrasi di AS. 
Kalau di tulisanku sebelumnya ada penekanan terhadap pentingnya pemisahan agama dan negara, dan adanya pelemahan peran partai politik pada sistem pemilihan anggota legislatif, Maka, ada satu hal lagi yang juga perlu dipahami dan menarik untuk dipelajari sebelum kuurai hasil intipanku tentang pendidikan di AS:
bahwa perundang-undangan di AS tidak dibuat untuk kelompok tetapi kepada individu*. 

Ini adalah resep, agar undang-undang mereka dapat diterima oleh rakyat Amerika Serikat. Pola perumusan undang-undang yang memihak kepada individu, dan bukan kepada kelompok, di buat untuk memastikan hak setiap individu dipenuhi oleh negara. Seperti kujelaskan pada tulisan sebelumnya, pemihakan kepada kepentingan kelompok akan mengakibatkan tarik menarik kepentingan yang rumit dan tidak akan selesai. Kelompok minoritas akan menjadi kelompok yang semakin termaginalkan. Tapi jika undang-undang dibuat untuk melindungi setiap individu, maka tarik menarik kepentingan kelompok dapat ditekan. 

*(Kalau di Indonesia, contoh sederhana adalah perda syariah. Peraturan negera tapi hanya berlaku kepada kelompok tertentu. Tapi tentu saja, karena label agama yang melekat dalam perda tersebut, di Indonesia menjadi komoditas politik untuk dibela. Kelompok Islam merasa terusik jika perda ini tidak disahkan. Kemudian, tentu saja agama lain dalam negera ini juga ikut-ikutan menginginkan yang sama. Perda Kristen di Papua, mungkin akan diikuti dengan perda Budha, perda Hindu...dengan dasar berfikir, mereka kelompok mayoritas di daerah tertentu di Indonesia. Walhasil menjadi perdebatan tak kunjung habis).

Menurut Mr. Akram, untuk mendukung sistem politik mereka, pendidikan di AS didesain dengan tahapan penting berikut:

1. Melawan pemikiran kelompok. 
Hal ini paling penting dan mendasar. Tidak boleh keroyokan dalam menyelesaikan masalah, apalagi tawuran. Sikap ini juga dibutuhkan dalam proses legislasi. Kepentingan kelompok harus benar-benar diminimalkan. Pendidikan tentang ini, sejak dini ditanamkan.

2. Mengembangkan individu sebagai pribadi yang berkarakter. 
    Berkarakter yang dimaksud adalah: seorang anak tau apa, siapa, mengapa dan untuk apa dirinya ada. Sikap ini mencetak anak-anak yang percaya diri, dan berani. Mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik.

3. Mendorong kepemimpinan individu dahulu baru.. baru membangun: TEAMWORK.
    Nah...disinilah peran organisasi menjadi wadah pembelajaran teamwork. Menjadi relawan/volunter ataupun penggiat organisasi. Para relawan inilah yang membantu calon anggota legislatif berjuang mendapatkan kursi nantinya. Kemampuan mereka mengalang dana, mengorganisir berbagai kegiatan dan berkampanye menjadi sumber produksi kepemimpinan yang terus mengalir. Kegiatan ini ada yang didukung oleh pihak sekolah. Ada juga berupa kegiatan mandiri siswa. Sayangnya aku kurang begitu jelas mengetahui bagaimana sistem evaluasinya.
Uniknya, di AS partai politik, boleh punya organisasi dari tingkat kampus sampai sekolah dasar. Dan biasanya gak banyak peminatnya. Sepertinya masih lebih banyak peminat kegiatan sosial.

Di AS (katanya sih)...gak penting titel-titelan. Klo jadi pejabat ataupun melamar pekerjaan, yang dilihat adalah kemampuan teknis bukan deretan titel akademis. Gak laku. Beda sekali dengan Indonesia bukan?.

Ketika berkunjung ke Utah University, berhubung kuliah disana murah, dari 4 mahasiswa yang kami ajak berdikusi, ada 3 orang yang mengambil kuliah dengan jurusan yang berbeda. Rata-rata mengambil dua jurusan sekaligus. Seperti si cewek cantik bersepatu boat diatas, mengambil jurusan Ekonomi dan jurusan Politik sekaligus dan IP cumlaude, biasa aja bagi mereka. Yang luar biasa, dengan padatnya perkuliahanya, dia adalah ketua organisasi mahasiswa di Kampusnya. Kegiatannya cukup banyak mengundang tokoh-tokoh politik AS untuk berdiskusi di kampus.
Jadi kalau deretan gelar, tamatan universitas AS bisa panjang-panjang deretannya. Tapi sayangnya bukan itu yang dinilai di dunia kerja. Yang dilihat adalah kemampuan teknisnya yaitu: kepemimpinan dan kemampuan dalam teamwork. Maka mahasiswa memang senang dan butuh berorganisasi disana.
Anak-anak SMA di bawah ini, sangat percaya diri, mereka tau cita-cita mereka, kemana dan bagaimana langkah mereka selanjutnya setelah tamat sekolah. 
Satu hal yang mulai memprihatinkan di pendidikan politik AS adalah tingginya golput saat pemilu. Konon katanya karena mereka sudah merasa nyaman dengan sistem mereka, jadi kenapa harus berganti. Bagi para orang tua yang masih ingat bagaimana proses mendapatkan hak berpolitik yang penuh dengan perjuangan, hal ini tentu mengesalkan. Jika semakin banyak yang golput, demokrasi mereka bisa padam juga.

JENIS SEKOLAH
Dari tingkat universitas, mari kita lihat dunia pendidikannya di tingkat dasar.  Berdasarkan pihak pengelolanya, maka ada tiga jenis sekolah di AS. yaitu:
1. Sekolah Negeri
Sekolah Negri di AS, seperti juga sekolah negeri di Indonesia. Pengelolaanya oleh pihak pemerintah. Bedanya, sekolah Negri di AS tidak boleh mengajarkan pendidikan Agama di sekolah. Pendidikan Agama diserahkan kepada keluarga masing-masing, ataupun kelompok orang tua. Pada sekolah yang dominan ditinggali suku bangsa tertentu, bahasa bangsanya tetap diberikan sebagai kelas tambahan. Misalnya, bahasa arab di kota Detroit. 

Salah satu Gedung Sekolah dan suasana ruang kelas sekolah negeri  di Washington Dc

2. Sekolah berbasis Agama
Meski sekuler, pemerintah AS tetap mengijinkan adanya sekolah yang berbasis agama. Sekolah agama Kristen, Islam, dan lain-lain. Namun Negara tidak akan mengucurkan biaya bantuan apaun kepada sekolah tersebut. Mendirikan sekolah berbasis agama, harus menerima konsekuensi menjadi sekolah yang mandiri dalam pembiayaan. Dalam hal kurikulum, sekolah ini bebas mengatur kurikulum sendiri. 

3. Sekolah Individual
Ada juga istilah sekolah individual di AS. Ini konsepnya beda dengan sekolah swasta di Indonesia ya. Sekolah Individual, tidak dikelola oleh pemerintah maupun bukan sekolah berbasis agama. Tetap saja sekolah ini tidak boleh mengajarkan pendidikan Agama di sekolahnya. Sekolah individual, adalah sekolah yang didirikan oleh masyarakat, bisa juga mendapat bantuan pembiayaan dari pemerintah, namun yang membedakannya adalah Konsep pendidikannya tidak diharuskan mengikuti panduan(kurikulum) dari pemerintah. 
Seperti sekolah yang kami kunjungi di bawah ini, Randolph School di Huntsville Alabama, adalah sekolah yang memastikan siswanya dapat menjadi pemimpin yang handal. Salah satu program yang cukup menarik yaitu Civic Challenge yaitu anak tingkat SMA  praktek menjadi City Leader (pemimpin kota) di Gedung Walikota Huntsville. Mereka selama sebulan menjalankan aktifitas sebagaimana para pejabat publik tersebut bertugas sehari-hari. Orang dewasa harus menghormati mereka. Dari simulasi tersebut, mereka membuat paper penelitian, yang menjadi masukan kepada pihak pemerintah. Hebat juga kesan yang kutangkap ketika kami berkunjung ke kantor Walikota Huntsville dan mengecek sejauh mana anak-anak SMA tersebut berkarya. Mereka terkesan dengan ide anak-anak tersebut. Dan akan menerapkannya ditahun-tahun berikutnya. keren bukan?. 

Randolph School. Sekolah kelas mewah. Dibangun oleh individual oleh masyarakat, untuk memperkuat eksistensi Huntsville sebagai rocket city. Misinya mencetak orang-orang unggul secara kepemimpinan, olah raga dan sains. Fasilitasnya waaah, ada gedung atletik,gedung seni, auditourium, perpustakaan yang apik tentan, dan halaman yang luas.


DISTRIBUSI HAK UNTUK SEKOLAH
Sisi yang juga menarik dalam dunia pendidikan adalah, pembagian hak sekolah. 
Di AS, menurut penjelasan kedua penerjemah kami, sekolah dibagi untuk mencakup satu wilayah tertentu. Contoh: Sekolah X hanya boleh menerima siswa dari lingkungan radius 10 km saja. 
Jadi, seandainya seorang anak tinggal di kecamatan A, dia tidak boleh sekolah di kecamatan B.
Konsep ini bagus untuk akses sekolah yang terjangkau dan aman bagi anak. Pengaruh positif lainnya tentu saja, membagi beban transportasi, sehingga terhindar dari kemacetan.
Tentu saja ada sekolah yang kualitasnya bagus atau menjadi favorit dan sekolah yang kualitasnya biasa saja.
Bagaimana jika seorang keluarga tidak ingin anaknya sekolah di A, sementara dia tinggal di kecamatan yang sama dengan sekolah A?. Maka solusinya adalah dia harus pindah ke daerah dimana sekolah yang diinginkan tersebut berada. Jika ingin bersekolah antara negara bagian, bisa menjadii lebih sulit lagi. 

PERLINDUNGAN ANAK
Negara ini sudah cukup paham akan hak Anak. jangan sembarangan ambil foto anak di negera ini. Bisa langsung kena tegur. Beberapa sekolah yang kami kunjungi, dan boleh berfoto bersama anak, adalah dalam seijin orang tua dan pihak sekolah. Sekolah tingkat dasar dan PAUD sangat menjaga hal ini. Tak boleh memfoto, apalagi menyentuh si anak.
Dalam sebuah acara reality show di TV, kutonton sebuah adegan yang menguji kepekaan lingkungan AS terhadap perlindungan anak dari asap rokok. Ada dua orang pasangan muda seolah sedang menggendong anak, berdiri dipinggir jalan sembari menghisap sebatang rokok. Setiap orang yang melintasi mereka selalu ngedumel, mulai dari cara sopan dan kasar menasehati pasangan tersebut. 

UJIAN NASIONAL
Apakah di AS ada ujian nasional seperti di Indonesia?. Mereka juga punya, namun sepertinya pemerintah federal tetap memberikan wilayah kebebasan kepada pihak pemerintah negara bagian untuk merumuskan kurikulum dan ujian nasionalnya. Mungkin itu juga sebabnya, antara negara bagian sulit menerima siswa yang berpindah sekolah. 

POLA PENGAJARAN
Berikut pola pengajaran mereka tertuang secara sederhana di gambar bawah ini: Cafe (Comprehension, Accuracy, Fluency, Expand).
Semua mata pelajaran menerapkan pola pengajaran yang sama. 

konsep cafe dalam pelajaran bahasa Inggris

 
konsep cafe dalam pelajaran matematika

PENDIDIKAN SEJARAH
Amerika Serikat yang kulihat memang sangat menjaga sejarahnya. Di sekolah-sekolah selalu saja ada mading seperti gambar dibawah ini. Isinya tokoh-tokoh bersejarah di negeri ini, apa perannya dan apa kutipannya yang terkenal. Gambar dibawah ini ada di sekolah PAUD...bayangin deh...untuk anak usia 5 tahun kebawah sudah belajar sejarah. Pelajaran sejarah termasuk juga buku-buku pendukungnya. 
Gambar dibawah ini adalah buku untuk anak tingkat SD. Dikemas agar mudah di baca oleh anak. Pengenalan akan HAM, demokrasi dan perdamaian, sejak dini sekali sudah ada. 

FASILITAS SEKOLAH
Nah...ini juga menarik. Bagaimana fasilitas sekolah negara adidaya ini?
lihat gambarnya saja yaa..



Di SD di Michigan, setiap ruangan ada Toilet, sehingga guru tetap bisa mengawasi muridnya dikelas. Meja nya merupakan kotak peralatan tulis dan buku. Mudah di pindahkan, cukup kuat dan nyaman. 


Perhatikan huruf braile di tanda ruang. Ini di sekolah negeri lo..

Suasana Gang di sekolah tingkat SD. Penuh dengan tempelan karya. Dan ada tempat khusus yang disediakan, sehingga dinding tetap bersih dari sisa selotip. Dinding setinggi pinggang di lapis mozaik sehingga tidak mudah kotor

Tulisan Opini. Setiap dinding tak tersisa untuk karya anak2. 

Alat-alat tulis dan metaplan penuh warna. seperti fasilitas training yaa..

Ada ruang khus untuk kamar mandi dan tempat jaket di setiap ruang kelas.

Untuk ketelitian mereka terhadap anak berkebutuhan khusus, memang cukup mengagumkan. Selalu ada akses kursi roda, toilet yang bisa dimasuki oleh kursi roda, dan penanda ruangan yang membantu orang-orang tersebut. Sebagai arsitek...aku jadi belajar kembali. 
*****



2 comments:

Harsyim Makzin said...

Mohon maaf mas. Sedikiy koreksi Perda Syariah itu tidak hanya untuk kelompok tertentu tapi juga seluruh rakyat dengan adanya aturan khusus untuk yang muslim

Aturan khusus inipun bukan seperti keistimewaan dalam hukum tapi misalnya, muslimah wajib pakai jilbab, non muslimah tidak

Kayak Perbankan Syariah. Nah itu bank peraturannya berdasarkan Agama Islam tapi kok bahkan bisa menyebar sampai amerika dan eropa ? Kok bisa stabil saat krisis ?

peranita said...

>>>Mohon maaf mas. Sedikiy koreksi Perda Syariah itu tidak hanya untuk kelompok tertentu tapi juga seluruh rakyat dengan adanya aturan khusus untuk yang muslim

saya balik nanya aja deh..Arti lakum dinukum waliadin menurut anda apa?
trus baru saja ada berita tentang pelarangan jilbab di bali.lagi2 mayoritas memaksakan kehendak kepada minoritas.
cek disini:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/03/05/n1yla8-komnas-ham-serukan-umat-bersatu-sikapi-larangan-jilbab-di-bali

>>>Kayak Perbankan Syariah. Nah itu bank peraturannya berdasarkan Agama Islam tapi kok bahkan bisa menyebar sampai amerika dan eropa ? Kok bisa stabil saat krisis ?

penyebaran itu soal marketing bung. Komunis dan liberal aja bisa menyebar ke seluruh dunia, ngawur klo luas penyebaran jadi alasan pembenaran.

kok bisa stabil?
anda yakin krn peran bank syariah?emang berapa persen dana yg tersimpan di bank syariah?.klo sebegitu kuatnya, bisalah ngancam amerika dan ya?...mumpung disana masih krisis.