Wednesday, January 27, 2016

Cahaya dalam Malam

wajahmu pucat mengintip di balik awan
meski  terancam, kau tetap bermandikan cahaya
kelam malam berteman dengan syaitan
hanya menatap ke atas penunjuk kafilah selamat

wahai rembulan dan bintang utara
temani aku dalam gelap ini
temani aku  berputar pada porosku
yakinkan aku semua akan setimbang



Tuesday, September 15, 2015

Tragedi Crane di Baitullah

Beribadah itu untuk mencari keselamatan dunia akhirat
Eh di Baitulah (Rumah Allah) kok malah gak selamat

Menganalisa siapa yang salah:
             1. Allah yang menakdirkan angin yang berhembus membadai dan hujan yang bisa membasahi
2. Manusia yang meletakkan Crane dalam radius di atas bangunan publik berkepadatan tinggi (musim haji) dan dalam ancaman badai.
3.  Manusia yang tidak mau terima adanya hukum gravitasi/newton yang berlaku di Masjidil Haram
4. Jokowi sang putra petir.

Saturday, September 12, 2015

Baitullah (1)

Kalau pernah melihat gambar Masjidil haram dan suasana sekelilingnya baru-baru ini?. Kau pasti mengenal, dan mungkin malah mengagumi gedung tinggi yang berada di sebelah Ka’bah. Bentuknya gagah, tinggi menjulang, dengan jam besar berada di puncaknya. Sebagai petunjuk waktu bagi para tamu Allah yang sedang tawaf mengelilingi batu hitam persegi itu. 

Setelah bencana gempa di Nepal yang dahsyat, juga tsunami Aceh yang lebih dulu di tahun 2005, sepertinya struktur kulit bumi benar-benar berubah total. Selalu bergerak. Disana-sini gunung merapi meradang memuntahkan isi bumi. Angin badai meraung kesana kemari. Bencana alam seperti satpam yang sedang patroli menggilir setiap benua. Termasuk zajirah arab. 

Zajirah arab, terutama struktur tanah dibawah Kabah, sebenarnya adalah tanah yang labil. Perlu banyak penopang struktur yang cermat dan dalam menggapai kulit bumi yang cukup kuat menopang bangunan diatasnya. Maka memang alangkah luarbiasanya jam besar di samping Ka'bah itu bisa berdiri megah. Pastilah amat besar biayanya menancapkan tiang-tiang pancang pondasi menembus ribuan kilometer tanah. Ups...sepertinya aku lebih mengagumi gedung ini, daripada Ka’bah yang strukturnya sederhana itu. Maklumlah..dunia konstruksi memang bidang kehidupanku.

Ketika bencana alam itu singgah, gedung megah nan pongah itu runtuh. Gempa besar  mengguncang Mekkah. Tepat di poros aktifitas muslim sedunia. Runtuhnya menimpa Ka’bah. Bagai tangan yang melibas setitik nyamuk di punggung tanganmu. Melesat deras dan jitu. Plak!.
.....

Dunia Islam terperangah. Sejenak nafas berhenti. Bingung. Terkejut. Panik.Sedih.
Menurutmu apa yang terjadi ketika pusat ibadah sedunia ini tertimbun oleh reruntuhan???

Bayangkan dulu yaa
****
-Bersambung-



Friday, September 11, 2015

Lawan

Suatu sore sepulang kerja. 
Aku ketemu anak perempuan berdiri ketakutan di gerbang rumahku. Dia murid ngaji emak ku yg baru selesai mengaji.

Kata emak ku.. Anak itu sering di bully oleh teman ngajinya dalam perjalanan pulang.
Si pelaku sudah dinasehati emak ku... Orang tua  si pelaku juga sudah. Emak pun sekali-kali mengantarkan anak perempuan itu pulang.. Atau si Anak di jemput pulang oleh ibunya.

Namun sepertinya belum menjamin keamanan anak perempuan itu.

Kuambil tongkat dari batang sapu yg rusak. Ku beri ke anak perempuan itu.

"Nih dek.. Klo dia mo mukul kau lagi. Pake tongkat ini.. Pukul dia skuat-kuatnya. Jangan pernah mau dipukuli orang "

Si anak itu tak menggigil takut lagi.
Dengan percaya diri dia bawa tongkat dan pulang kerumah sendiri.

Tuesday, July 28, 2015

Poligami Halal, tapiiii.....

Poligami Halal, tapi ....

Aih senangnya dalam hati
Kalau beristri dua
Seperti dunia
Ana yang punya

Kepada istri tua
Kanda sayang padamu
Kepada istri muda
I say I love you

Istri tua merajuk
Balik ke rumah istri muda
Kalau dua dua merajuk
Ana kawin tiga

Mesti pandai pembohong
Mesti pandai temberang
Oh Tetapi jangan sampai
Eh Pecah temberang

Ketika lagu ini rilis oleh Ahmad Dhani tahun 2009 , liriknya begitu nakal dan mengesalkan bagi perempuan, bahkan ada LSM perempuan yang menuntut agar dilarang beredar. Tapi musiknya terlalu asyik jika tidak didengarkan. Walhasil pasrah, dinikmati saja dan senyum-senyum sendiri mendengarkannya. Lagu ini mengisahkan poligami. Beristri dua dan tiga. Kesenangan dan kegusaran yang dialami dari sudut pandang si laki-laki. Asyik meski serba salah, begitu yang tertangkap paham.

Saya tidak perlu membahas halal tidaknya poligami dalam Islam dalam tulisan ini. Tapi pembahasan poligami selalu jadi topik yang membuat perempuan dan laki-laki terlibat dalam diskusi alot, dan tak jarang sampai bertengkar di pembahasan keislaman dan Perempuan .

Ayat Quran yang dikaitkan sebagai izin terhadap perilaku poligami selalu diungkap, dibahas dengan berbagai tafsir, logika dan apapun itu. Seperti iklan pelarangan rokok, seberapa besarpun penggambaran mengerikan akibat merokok, tetap saja ada dalih pembenaran si pelaku untuk melakukan perbuatan tersebut.
Ayat Quran mungkin membolehkan poligami, Sorga mungkin ganjaran yang dituju. Namun di Indonesia ini khususnya..Poligami selalu diikuti pada turunnya pamor dan kesuksesan.

Cukup banyak contoh dari kelompok masyarakat berbeda. Ada dari kalangan pengusaha, tokoh agama, tokoh politik, ataupun artis. Semakin tinggi dan semakin luas pengaruh jabatannya, semakin besar pula dampak kejatuhan karirnya.

Dari kalangan pengusaha, ada Puspo Wardoyo pemilik Rumah Makan Ayam Bakar yang  Cabangnya sukses tersebar di berbagai kota, yang jumlahnya mencapai 30-an. Tak sekedar poligami namun juga mengampanyekan poligami dan menjadi pendukung utama acara Poligamy Award pada tahun 2003 , Namun belakangan rumah makan itu banyak tutup. Kebangkrutan disebabkan sentimen antipoligami yang dimotori mantan Ibu Negara Shinta Wahid, yang mengajak konsumen tidak makan di Wong Solo. Shinta keberatan atas sikap Puspo Wardoyo terang-terangan mengaku sebagai pendukung utama acara Poligamy Award, penghargaan untuk lelaki yang beristri banyak. Puspo beristri empat dan ayah dari 15 anak.

Dari kalangan tokoh agama, tentu saja cukup banyak. Karena memahami bahwa poligami memang perintah dalam Al-Quran. Ya..siapa juga yang berani lawan. Sebutlah Ustadz Aa Gym yang begitu menarik simpati di awal tahun 90-an. Sekarang seindah apapun dakwah yang disampaikannya, tak pernah mengembalikan dia ke popularitasnya disaat masih monogami.

Era Ibu Tien Soeharto sudah cukup sangar mengebiri profesi PNS untuk berpoligami dengan adanya PP 10/1983 meski sudah direvisi dengan PP no. 40 tahun 1990, masih saja sulit dilakukan. Namun sayangnya atura ketat ini tak sampai membatasi pada tingkat kepala Daerah.  

Begitupun, tak perlu hukum negara yang membatasinya. Di Indonesia, ada hukum yang tak perlu tertulis untuk poligami. Meskipun Ayat Suci ditafsirkan sebagai hak untuk berpoligami, tapi di Indonesia, jika anda berpoligami maka siap-siaplah melepaskan kesuksesan anda.   

Perempuan memang sering berdebat kalah dalam diskusi-diskusi poligami, ataupun kemudian menjadi pelaku poligami itu sendiri, tapi issu poligami dalam sejarah Indonesia, adalah perjuangan kaum perempuan yang terorganisir sejak tahun 1928. Meski dianggap perlu diberdayakan dengan adanya kementrian Pemberdayaan Perempuan dan sejenisnya, namun sentimen antipoligami ini tetap bukan isapan jempol bagi siapapun yang ingin hidup dari popularitas di negeri ini.

Silahkan lakukan yang halal, tapi siap-siaplah bangkrut. Tentu saja bukan sang Istri “madu” yang membuat perubahan keberuntungan si pelaku poligami. Anggap sajalah musibah ini ujian untuk mendekatkan diri kepada Allah. Apalah arti kesuksesan, dibandingkan kelak setelah mati di surga yang mendapat 70 bidadari.

(Ugh...kenapa penafsiran agama Islam seringkali seputar selangkangan perempuan?)

Nah..bagaimana respon masyarakat Sumut terhadap berita Sang Gubernur yang terseret tersangka oleh KPK? Mungkin Masyarakat sudah mulai kebal karena ini kali ke dua berturu-turut Gubernur menjadi tersangka . Seperti lagu madu tiga. Serba salah, tapi ya..ditonton sajalah. Itu saja yang bisa dilakukan saat ini. Bukan begitu??