Wednesday, February 17, 2016

Cerita Tentang Pasangan Hidup

wahai kau sang pasangan hidup 
siapakah kau bagi kekasihmu?


Apakah kau....

sekecup rasa yang melengkapi nikmat kehidupan?
setengah zat penebar benih generasi?

sebongkah beban yang membuatnya merasa berarti?
sebentuk alat serba guna setiap masalah

sebidang tempat berlindung dari rasa takut
sederet dinding ratapan yang selalu sedia?

sedalih alasan untuk bekerja berpeluh keringat?
selembar kartu ATM seumur hidup?

Jangan-jangan kau hanya...

sekedar bantal
sekedar dinding
sekedar alat
sekedar alasan
sekedar cinta
sekedar ada
 mengada-ada

Kapan kau
jadi pasangan hidup 
yang menghidupkan?

bukan pasangan yang melemahkan 
bukan pasangan yang menyesatkan
apalagi pasangan yang membinasakan

Siapakah kau bagi pasangan hidup mu?




Wednesday, January 27, 2016

Cahaya dalam Malam

wajahmu pucat mengintip di balik awan
meski  terancam, kau tetap bermandikan cahaya
kelam malam berteman dengan syaitan
hanya menatap ke atas penunjuk kafilah selamat

wahai rembulan dan bintang utara
temani aku dalam gelap ini
temani aku  berputar pada porosku
yakinkan aku semua akan setimbang



Tuesday, September 15, 2015

Tragedi Crane di Baitullah

Beribadah itu untuk mencari keselamatan dunia akhirat
Eh di Baitulah (Rumah Allah) kok malah gak selamat

Menganalisa siapa yang salah:
             1. Allah yang menakdirkan angin yang berhembus membadai dan hujan yang bisa membasahi
2. Manusia yang meletakkan Crane dalam radius di atas bangunan publik berkepadatan tinggi (musim haji) dan dalam ancaman badai.
3.  Manusia yang tidak mau terima adanya hukum gravitasi/newton yang berlaku di Masjidil Haram
4. Jokowi sang putra petir.

Saturday, September 12, 2015

Baitullah (1)

Kalau pernah melihat gambar Masjidil haram dan suasana sekelilingnya baru-baru ini?. Kau pasti mengenal, dan mungkin malah mengagumi gedung tinggi yang berada di sebelah Ka’bah. Bentuknya gagah, tinggi menjulang, dengan jam besar berada di puncaknya. Sebagai petunjuk waktu bagi para tamu Allah yang sedang tawaf mengelilingi batu hitam persegi itu. 

Setelah bencana gempa di Nepal yang dahsyat, juga tsunami Aceh yang lebih dulu di tahun 2005, sepertinya struktur kulit bumi benar-benar berubah total. Selalu bergerak. Disana-sini gunung merapi meradang memuntahkan isi bumi. Angin badai meraung kesana kemari. Bencana alam seperti satpam yang sedang patroli menggilir setiap benua. Termasuk zajirah arab. 

Zajirah arab, terutama struktur tanah dibawah Kabah, sebenarnya adalah tanah yang labil. Perlu banyak penopang struktur yang cermat dan dalam menggapai kulit bumi yang cukup kuat menopang bangunan diatasnya. Maka memang alangkah luarbiasanya jam besar di samping Ka'bah itu bisa berdiri megah. Pastilah amat besar biayanya menancapkan tiang-tiang pancang pondasi menembus ribuan kilometer tanah. Ups...sepertinya aku lebih mengagumi gedung ini, daripada Ka’bah yang strukturnya sederhana itu. Maklumlah..dunia konstruksi memang bidang kehidupanku.

Ketika bencana alam itu singgah, gedung megah nan pongah itu runtuh. Gempa besar  mengguncang Mekkah. Tepat di poros aktifitas muslim sedunia. Runtuhnya menimpa Ka’bah. Bagai tangan yang melibas setitik nyamuk di punggung tanganmu. Melesat deras dan jitu. Plak!.
.....

Dunia Islam terperangah. Sejenak nafas berhenti. Bingung. Terkejut. Panik.Sedih.
Menurutmu apa yang terjadi ketika pusat ibadah sedunia ini tertimbun oleh reruntuhan???

Bayangkan dulu yaa
****
-Bersambung-



Friday, September 11, 2015

Lawan

Suatu sore sepulang kerja. 
Aku ketemu anak perempuan berdiri ketakutan di gerbang rumahku. Dia murid ngaji emak ku yg baru selesai mengaji.

Kata emak ku.. Anak itu sering di bully oleh teman ngajinya dalam perjalanan pulang.
Si pelaku sudah dinasehati emak ku... Orang tua  si pelaku juga sudah. Emak pun sekali-kali mengantarkan anak perempuan itu pulang.. Atau si Anak di jemput pulang oleh ibunya.

Namun sepertinya belum menjamin keamanan anak perempuan itu.

Kuambil tongkat dari batang sapu yg rusak. Ku beri ke anak perempuan itu.

"Nih dek.. Klo dia mo mukul kau lagi. Pake tongkat ini.. Pukul dia skuat-kuatnya. Jangan pernah mau dipukuli orang "

Si anak itu tak menggigil takut lagi.
Dengan percaya diri dia bawa tongkat dan pulang kerumah sendiri.