Thursday, May 19, 2016

Oleh-oleh dariTurki_ (Cappadocia)

Perjalanan liburan ke turki dimulai 29 April dan sampai kembali di Kota Medan tanggal 10 Mei, tepat menjelang jam 12 malam. Masih belum lagi pulih penat perjalanan, kawan-kawan GMC harus berkumpul membahas beberapa hal penting. Stamina ku Drop, meskipun selama perjalanan juga dalam kondisi kesehatan yang menyebalkan. 
Baiklah, pengantar kisah perjalanan ini bukan untuk menceritakan kegalauan terhadap kondisi kesehatanku saat ini tapi sekedar pelipur sesal, karena tak segera menuangkan petualangan di Turki di Pena Pera.

Perjalananku di Turki menuju 2 daerah yang menakjubkan. 
Pertama kali menginjak kaki di Istambul, kami langsung terbang ke Cappadocia, sebuah daerah di Benua Asia, dengan 2 jam perjalanan pesawat. Sesampai disana, masih ditempuh dengan perjalanan mini bus selama 1 jam. Hampir tengah malam, akhirnya kami sampai di Royal Hotel kota Goreme. . Pemandangan menakjubkan menunggu besok paginya.
Dan tadaa...
lihatlah luarbiasanya ciptaan Ilahi


Siangnya kami baru bergerak keluar Hotel, karena lapar. Melupakan letih perjalanan menaiki 4 pesawat terbang, usai makan siang kami menapaki   bukit-bukit Goreme dengan  takjub. Bebatuan bersusun membentuk candi-candi secara alami. Ada yang di keruk di jadikan Rumah, Hotel maupun sarang burung Merpati.  Dibingkai dengan bunga-bunga rerumputan yang cerah. Musim semi baru saja tiba, dan rerumputan di sini seperti ikut merayakannya. Mengumpulkan gambar-gambar bunga rumput, menjadi keasyikan tersendiri. 
Ini masih belum seberapa...Esok paginya selesai subuh, ternyata inilah alasan utama daerah ini menjadi tempat wisata.
Balon Udara.... :)

Struktur alami bebatuan di Cappadocia, dinikmati dari atas dengan balon udara. Wiih...tentu saja menarik banget ya. Hanya bisa dinaiki 2 jam setelah subuh, karena angin tidak begitu liar. Sekalian melihat matahari terbit, dan balon-balon yang bersileweran di langit, pagi di Cappadocia begitu meriah dalam senyap. 

Pengen sih naik balon itu, tapi tentu saja utamanya masalah duit. Naik balon itu harus bersedia merogoh kocek 150 euro. Menikmati terbang selama 2 jam. Walaupun demikian, melihat cara terbang balon ini, rasanya juga tak sanggup. Naik dan turun secara tiba-tiba dan pemandu terkadang membawa balon ke tebing-tebing. Aduuh..melihatnya saja jantungku tak karuan takutnya. 

Beginilah setiap pagi kami habiskan di Cappadocia. Mengejar balon-balon udara. menangkap momen dengan kamera tak seberapa.

Ah...ada satu lagi tentang Cappadocia..yaitu Uderground City. Yap...Kota Bawah Tanah. Konon banyak di temukan di bawah tanah daerah Cappadocia. Bebatuan unik itu tak hanya menjulang ke atas, ternyata dibawah tanah pernah digunakan sebagai tempat peradaban. Paling besar ditemukan 11 lantai ke bawah tanah. Membuat corong udara ke atas, dan mengambil air bersih dari air tanah. Aku lupa memperhatikan bagaimana drainase dan sanitasi di underground city ini. Ada buku yang kubeli untuk mengenalnya.









Thursday, May 05, 2016

Wednesday, February 17, 2016

Cerita Tentang Pasangan Hidup

wahai kau sang pasangan hidup 
siapakah kau bagi kekasihmu?


Apakah kau....

sekecup rasa yang melengkapi nikmat kehidupan?
setengah zat penebar benih generasi?

sebongkah beban yang membuatnya merasa berarti?
sebentuk alat serba guna setiap masalah

sebidang tempat berlindung dari rasa takut
sederet dinding ratapan yang selalu sedia?

sedalih alasan untuk bekerja berpeluh keringat?
selembar kartu ATM seumur hidup?

Jangan-jangan kau hanya...

sekedar bantal
sekedar dinding
sekedar alat
sekedar alasan
sekedar cinta
sekedar ada
 mengada-ada

Kapan kau
jadi pasangan hidup 
yang menghidupkan?

bukan pasangan yang melemahkan 
bukan pasangan yang menyesatkan
apalagi pasangan yang membinasakan

Siapakah kau bagi pasangan hidup mu?




Wednesday, January 27, 2016

Cahaya dalam Malam

wajahmu pucat mengintip di balik awan
meski  terancam, kau tetap bermandikan cahaya
kelam malam berteman dengan syaitan
hanya menatap ke atas penunjuk kafilah selamat

wahai rembulan dan bintang utara
temani aku dalam gelap ini
temani aku  berputar pada porosku
yakinkan aku semua akan setimbang



Tuesday, September 15, 2015

Tragedi Crane di Baitullah

Beribadah itu untuk mencari keselamatan dunia akhirat
Eh di Baitulah (Rumah Allah) kok malah gak selamat

Menganalisa siapa yang salah:
             1. Allah yang menakdirkan angin yang berhembus membadai dan hujan yang bisa membasahi
2. Manusia yang meletakkan Crane dalam radius di atas bangunan publik berkepadatan tinggi (musim haji) dan dalam ancaman badai.
3.  Manusia yang tidak mau terima adanya hukum gravitasi/newton yang berlaku di Masjidil Haram
4. Jokowi sang putra petir.