Saturday, August 16, 2014

abu-abu

kukira dunia ini abu-abu
hitam putih hanya dongeng semu
mereka juga bilang begitu
kami pun dipaksa melihat begitu
semua abu-abu

dalam abu-abu
kami hanya debu
hidup sesak dalam ragu
dan kami terpaksa untuk setuju
bahwa hidup akan selalu abu-abu

.....
hitam dan putih pun jadi menakutkan

Lawakan

Hei...
Jendral cengeng

Merengek sajalah
Meraung teruslah
Mengadu ke tembok, 
ke bulan dan planet manapun 
yang kau sanggup

tutup terus matamu
tutup terus telingamu
delusi sampai kandas
sekandas kandasmu

kau hanya penderita karma
dari orang-orang yang pernah kau sakiti
selama apa kau menindas
terimalah balasanmu

dan bagi aku si penonton ini
kau hanya lawakan

Thursday, August 07, 2014

Dongeng Matahari


Matahari..
kau berjanji selalu terbit dari timur
aku ingin percaya itu

***
aku ingin percaya semua akan baik-baik saja
perlahan demi pencarian makna 
satu persatu kan bagai bunga
mekar disana 
wangi disini
berbuah disana
manis disini
semua berlomba menjadi lebih baik

aku masih ingin percaya itu
sampai di masa ini
aku mulai goyah
betapa riuh 
suara kengerian
suram kegelapan
dan 
pilu kekejaman
semua kisah adalah luka
merasa dikhianati
merasa tersakiti
amarah,
putus asa,
kebencian

semua meledak dalam satu waktu 
bagai persimpangan dari segala pelosok
berpadu

aku berduka 
aku berkabung
untuk kematian rasa kemanusiaan
dari para sobat yang kukira terdidik
kukira berilmu
benarlah 
homo hominilupus!

lagi-lagi aku memang sendiri
sahabat setia itu bernama sepi
dan cukuplah sepi 
pelipurku saat ini

***
kututup buku dongeng masa kecil ku
didongeng itu ibuku pernah bercerita:
tanda-tanda kiamat
adalah kala matahari terbit dari barat.


Sunday, July 13, 2014

Pilihanku adalah AKU

Seorang teman bertanya di Facebook, ketika aku dengan menampilkan fotoku usai mencoblos, berbaju kotak dan memamerkan 2 jari yang bertinta, tanda aku jelas memilih salah satu capres. 
Temanku bertanya kenapa sangat yakin dan sampai dipamer-pamerkan?.
Aku jawab singkat: " Karena ada Harapan"
sebenarnya aku malas komen secara detail disana. Tapi pertanyaan itu kemudian kurenungkan lebih dalam. Kenapa?.

Awalnya memang gak sengaja ya...
Tadinya untuk menghindari privat massage yang berkampanye membawa isu agama. Dan aku muak dengan issu itu.
Tapi sesungguh daya dorong yang lebih besar adalah 
Ada semangat yang berlebih yang ingin kutunjukkan ke semua orang
Sejak profile picture bersanding angka 2 dan bertuliskan: "I am on the right side".
Aku mulai latah penuh semangat.
Pemilu kali ini amat berbeda, dan penuh dengan harapan.
Diantara jenuhnya aku dengan berbagai berita korupsi di para pemegang keputusan negeri ini
Diantara mualnya aku dengan kebanggaan orang-orang yang hidup dari kolusi dan nepotisme.
Munculnya Jokowi seolah memberi tanda babak baru bagi Indonesia.
Tanda akan munculnya birokrasi yang  bekerja keras, perduli kepada rakyat, muda dan semangat. 
Maka pada pemilu kali ini, aku tegas menyatakan mendukung Jokowi JK.

Jauh sebelum Jokowi menyatakan diri maju menjadi capres, sebenarnya aku mengikuti beritanya. Baik dari media, media sosial maupun pertemanan sehari-hari yang terkadang berkumpul di ajang para aktifis. Jokowi memang beda. 
Ketika dia mencoba memenangkan pilgub jakarta, aku mengikuti setiap trend perkembangannya. Turut berdoa dengan penuh harap, dia memenangkan Jakarta. Dan benar...
Setelah itu ada yang mengajak untuk bergabung di JKW4p. Grup relawan untuk pemenangan Jokowi menjadi presiden. Dengan halus kutolak, karena menurutku saat itu, Jokowi harus konsen jadi gubernur dulu. Tapi dasar...sebuah semangat lagi...menggelontorkon sikapku, dan kemudian tetap mendukung penuh ketika Jokowi maju menjadi calon presiden. Ditambah pemilihan wakilnya Jusuf Kalla. Well...perfect menurutku. I like JK. 

Sementara grup lawan Jokowi, kian hari menjadi tempat berkumpul orang-orang yang sering membuat ku muak. Paling memuakkan adalah  ARB, diikuti oleh Hatta Rajasa. Prabowo sendiri sebuah anak emas orde baru yang masing berharap kekuatan trah masa lalunya masih mampu membius Indonesia. Lengkaplah sudah...Aku tidak akan...tidak akan pernah simpatik pada tim ini. 

Aku sangat yakin Jokowi menang dalam pilpres 2014, sampai ketika dalam suatu pengajian keluarga, isu Jokowi kristen dan cina begitu nyinyirnya disampaikan oleh kaum Ibu. Kutanya sumbernya, lalu para ibu itu bilang: ada SMS yang beredar.
gila...kan SMS!. cuma sekedar SMS dan para ibu yang sering ngumpul untuk pengajian-pengajian ini PERCAYA BEGITU SAJA!.


Dan memang tak kusangka...
Ternyata banyak disekitarku malah berada di pihak berbeda. 
Atasanku, rekan kerja, dosen pembimbing tesisku, teman-teman kuliahku, teman-teman HMI ku, dan kawan-kawan lamaku. Terutama yang beragama Islam. 
Aku jadi terlihat aneh sendiri. Kadang di bully. Kadang diajak diskusi menjurus oleh teman-teman yang berpura-pura netral, padahal setelah kubacai perkembangan statusnya di facebook, jelas dia adalah tim sukses kandidat satunya lagi. 

Aku sempat shock dengan teman-teman tertentu yang keterlaluan, berubah menjadi sangat kasar dalam memberikan komentar di facebook. Terlalu berlebihan. Seolah dia sangat mengenal segala keburukan tokoh yang kudukung, dan capres nya begitu mulia dan suci. 
Awalnya kukomentari, tapi setelah kulihat perkembangannya semakin meruncing, aku memilih bercanda saja. Jika keterlaluan sekali, kuhapus saja komennya di wall ku. Daripada seharian emosiku tidak stabil, lebih baik aku hapus saja. Mengabaikan adalah pembalasan yang paling telak dariku. Ada beberapa pertimbangan, kenapa aku tidak menghapus pertemanan facebook dengan mereka. Alasan terbesarnya adalah aku ingin membaca seluas apa dan seintens apa issu agama dan rasis mengakar dan dinyalakan di lingkungan sekitarku. Siapa orang-orang pembuat onar sesungguhnya. Nama-nama itu kusimpan dalam hati saja. 

Di dunia nyata, aku sendiri cukup dekat dan santai berbicara dengan seorang teman yang tim pemenangan inti Prabowo, sambil tertawa, tanpa melecehkan siapapun, dan apalagi berkata-kata kasar. 
Maksudku...itu temanku diatas bukan siapa-siapa, bukan mendapatkan apa-apa, tapi kok...jadi penebar fitnah begitu. Sedangkan tim suksesnya sendiri, tak perlu menjadi hina seperti itu untuk mendukung capresnya. 
Mengapa begitu mudahnya teman-teman yang kukira kritis dalam menelaah informasi, ternyata menerimanya bulat-bulat, meneruskan informasi yang belum pasti, dan bersuara lantang sampai kasar, seolah sesuatu yang amat jahat sedang terjadi terhadap dirinya dan negeri ini?.
Tak hanya di kelompok para ibu-ibu pengajian, tapi ternyata hasutan begitu mudah ditelan oleh orang-orang yang mengenyam pendidikan tinggi. 


Aku merasa tugas pembedayaan perempuan, muncul lagi untuk diperjuangkan. Tapi dalam waktu dekat aku juga menyadari, begitu mudahnya isu agama menjadi alat adu domba politik di Indonesia. Padahal  jelas-jelas isu ini hanya muncul pada saat pertarungan politik saja. Namun seolah-olah membuat orang yang termakan isu ini menjadi pahlawan agama dan sukunya. Preeet!

Jadi...kenapa aku memamerkan pilihanku adalah:
Karena aku ingin menunjukkan
Bahwa...
Seorang Pera adalah Pera seutuhnya, yang bebas memilih siapapun yang dianggapnya pantas.
Bahwa seorang Pera adalah Pera yang tidak takut terhadap kenyataan menjadi berbeda, aneh di lingkungannya. 
Bahwa keputusanku adalah prinsip dan tak kugadaikan dengan rasa takut berbeda, takut tak punya teman, takut kehilangan pekerjaan, takut ditinggalkan.

Aku juga ingin sangat menunjukkan bahwa...Isu agama adalah isu Sampah yang sesungguhnya. Isu yang dimainkan oleh pelacur-pelacur politik, yang hidup dari menjual permusuhan antar agama. Pada kenyataannya, Islam mereka berbeda dengan Islamku. Pada kenyataannya ketika mereka yang mengaku pejuang-penjuang Islam di partai-partai Islam itu HANYA memikirkan kepentingan kelompok Islam yang bergabung di partainya saja. Dan aku...dari kelompok Islam yang tidak berpartai ini...hanya jadi alas kaki, alat permainan, pion catur, yang pada masa kemenangan nanti...tak lebih dari debu yang hina. 

Maka, inilah aku dengan pilihanku.
Pilihan yang menyatakan inilah 
AKU, 
Harapanku, 
Keyakinanku, 
keIslamanku.

*****


"I am on the right side".
Aku yakin seyakin yakinnya jika aku telah bertindak Benar.

Sunday, July 06, 2014

Memilih karena HARAPAN

Untuk semua kegembiraan Politik
Pesta Demokrasi
Pemilu Presiden 2014

Karya-karya kreatif relawan
Massa masif dari segenap penjuru
Tanpa bendera partai 

Sudah lama tak kulihat semangat ber Indonesia yang seperti ini
Terakhir kali kurasa hanya saat jatuhnya rezim di 1998
Sekali lagi, sejarah seolah ditanganku
bergerak bersama tangan-tangan yang lain

Maka biarlah aku sekejap merekamnya
Sebagai saksi pilihanku pada
HARAPAN....

Indonesia lebih baik...
Indonesa Hebat.
*****

MAKLUMAT JOKOWI-JK

(Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Juli 2014)
Saudara- saudari sekalian, tidak ada yang lebih membanggakan dalam hidup saya selain berdiri di sini dihadapan Anda semua. Anda adalah orang-orang yang selalu bekerja keras, mengorbankan waktu dan tenaga, menyumbangkan pikiran dan gagasan serta semangat untuk mewujudkan jalan kebaikan dan perubahan bagi Indonesia
Anda semua adalah pembuat sejarah dan sejarah baru sedang kita buat. Itulah yang menjadi alasan mengapa saya dan pak JK berdiri di sini

Apresiasi kepada semua yang menjaga nilai-nilai keagamaan, di masjid, di gereja, di vihara, di pura, serta mereka yang konsisten melestarikan nilai-nilai adat nusantara
Saya dan Pak JK berdiri di sini bukan karena nafsu untuk berkuasa apalagi dengan menghalalkan segala cara.
Kami berdemokrasi untuk mendengar. Kami datang untuk ikut menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah. Kami hadir untuk ikut memberi rasa damai, bukan jadi pemicu konflik.
Saudara-saudari, kita berkumpul untuk membulatkan tekad, menyatukan hati dan bekerja keras sebagai tanggung jawab untuk melakukan perubahan demi kebaikan Indonesia dengan cara-cara bermartabat.
Kita berkumpul di sini sebagai bagian dari demokrasi yang memastikan partisipasi seluruh rakyat untuk menentukan masa depan bangsa, penghormatan pada hak azasi manusia, berjuang untuk keadilan dan memelihara keberagaman serta perdamaian.
Kita menolak segala bentuk intimidasi, kebohongan dan kecurangan yang mencuri hak rakyat untuk menentukan masa depan Indonesia.
Sebarkan kebaikan…! Rakyat tidak perlu percaya pada fitnah dan kebohongan. Kita semua telah dihantam fitnah dan kebohongan, tapi kita tak pernah tumbang karena kita bekerja tulus untuk Republik tercinta.
Kita semua adalah penyala harapan untuk Indonesia. Kekuatan kita adalah pada kerelaan. Anda rela bersatu padu, berdiri tegak, bekerja keras menyuarakan pesan tegas bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk perubahan.
Saya dan Pak JK sekali lagi berterima kasih pada seluruh relawan, pemuka agama, tokoh masyarakat, aktifis, pekerja seni, petani, nelayan, buruh, guru, pegawai negeri , mahasiswa – pelajar, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menyatukan tekad mengawal proses pemilu Presiden ini demi tercapainya cita-cita bersama.
Buat generasi muda, adik- adik saya… Kalian pemilik masa depan Indonesia. Ijinkan kakakmu ini mengajak kalian semua untuk ikut menentukan arah Indonesia
Jalan tinggal selangkah lagi. Jaga TPS Anda…!
Saya dan pak Jk berjanji jika Anda memberi kehormatan luar biasa pada kami untuk menjadi Presiden dan wakil Presiden, maka kami akan bekerja keras setiap hari untuk Anda, dan untuk anak-anak Anda.
Salam perdamaian, Salam 2 jari…!




*****
Kelak, jika JKW-JK menang...aku akan bisa berkata kepada generasi masa depanku: